Minggu, 16 Oktober 2016

Definisi Tasawuf, hierarki,tujuannya dan penerapan akhlak tasawuf dalam program studi sistem informasi


       IDENTITAS
    Nama                      : Habib Asy Muhyi
    NIM                        : 72154036
    Prodi/Sem.              : Sistem Informasi-2 / III
    Fakultas                  : Sains dan Teknologi
    Perguruan Tinggi   : UIN Sumatera Utara
    Dosen Pengampu    : Dr. Ja’far, MA
    Matakuliah             : Akhlak Tasawuf

TEMA                         : Definisi, Hierarki, dan Tujuan
   
BUKU               
Identitas Buku            : Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi(Medan: Perdana Publishing, 2016)
     

  Sub 1 : Definisi Tasawuf

Dalam kitab Kasyf al-mahjub,al- hujwiri telah menjelaskan asal usul kata   tasawuf, yaitu:
1.   Al-shuf, yang berarti wol, karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu domba.
2.  Al-shaf, yaitu barisan pertama yang bermakna bahwa kaum sufi berada pada barisan pertama didepan tuhan,kecenderungan hati mereka terhadapnya dan tinggalnya bagian-bagian rahasia dalam diri mereka di hadapannya.
3.  Ahl Al-shuffah, para sufi mengakui golongan ini karena  di ridhai allah. Mereka disebut sufi karena  sifat-sifat mereka menyamai sifat orang-orang yang tinggal di serambi masjid yang hidup pada masa nabi muhammmad SAW.
4.  Al-shafa, yang artinya kesucian, para sufi telah mensucikan akhlak mereka dari noda-noda bawaan, karena kemurnian hati dan kebersihan tindakan nya. Mereka menjaga moral,mensucikan diri dari kejahatan dan meninggalkan keinginan dunianya.

Dapat di simpulkan bahwa tasawuf adalah suatu tindakan untuk mendekatkan diri kepada Allah yang harus berhubungan langsung kepadanya dengan cara tekun dalam beribadah, tawakal kepada allah,menjauhkan diri dari kemewahan dunia dan membersihkan jiwa dari kejahatan.


   Sub 2 :  Tasawuf Dalam Hierarki Ilmu-ilmu Islam

     Ada banyak pendapat mengenai ilmu-ilmu islam, salah satunya ialah Ibn Khaldun yang membagi ilmu menjadi dua, Ilmu-ilmu hikmah dan Filsafat. Yaitu  ilmu yang diperoleh dengan akal manusia, dan ilmu yang diajarkan dan ditransformasikan yang bersumber kepada syariat islam (Al-qur’an dan Hadist), Ibn Khaldun mengkatagorikan tasawuf sebagai salah satu dari beragam ilmu –ilmu syariah.

      Menurut Al-Taftazani, dari abad ke 3-4 hijiriah aliran tasawuf itu  ada  Sunni dan Falsafi. Sunni itu aliran yang memagari pengikutnya dengan Al-quran dan Hadist dan Falsafi aliran yang cenderung kepada ungkapan-ungkapan ganjil,memadukan antara visi mistis dan visi rasional yang banyak menggunakan  terminologi filosofis, bahkan ajaran filsafat.


   Sub 3 :   Tujuan Tasawuf

Di dalam ilmu tasawuf seorang muslim tidak bisa hanya menjalankan al-islam dan al-ilman, tetapi harus juga merealisasikan  al-ihsan yang hierarkinya paling tinggi. Jadi, al-quran dan hadist menghendaki umat islam dapat memantapkan ketauhidan dan ibadah dalam kerangka al-ihsan.

Tujuan akhir mempelajari akhlak tasawuf adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membentuk sifat mulia  dalam rangka mencapai ridhanya Allah. Sifat mulia ini dalam bentuk pembersihan jiwa dan perjalanan spriritualnya. Namun tasawuf tidak boleh melanggar apa yang telah jelas diatur oleh Al-quran dan As-sunnah, baik dalam aqidah, pemahaman maupun tata cara yang dilakukan.  


   Relevansi Dengan Bidang Sistem Informasi 
Dalam ilmu sistem informasi banyak Programmer yang bisa menciptakan atau mendevelop banyak software yang bagus bagus. Merancang sistem software akuntansi yang tampaknya bagus, aplikasi macem-macem, dan lain-lain. Tapi menciptakan sebuah aplikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh customer itu sangatlah sulit. Perlu orang yang memiliki kemampuan analisis tajam. Perlu orang yang memiliki jiwa penjelajahan terhadap logika berpikirnya. Perlu orang yang bisa menjiwai pekerjaan customer. Dan orang-orang yang bisa berpikir demikian sangat sedikit. Dari 100 programmer bisa jadi tidak sampai 10 yang bisa melaksanakan demikian. Kenapa bisa seperti itu ? karena mungkin saja usahanya suadah maksimal, baik itu dalam belajar ilmu progamming maupun logikanya dalam coding. Tetapi, mereka tidak tawakal kepada allah .jdi, kita harus berserah diri kepada Allah dengan berdoa. Allah akan memberikan kemudahan dalam berfikir , setiap kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan bertawakal kepada Allah, insya Allah kita akan mendapatkan hasilnya.

Betapa banyak orang yang semula memilki sikap semangat hidup dan kerja keras, menjadi pemurung dan pemalas bahkan cenderung berputus asa setelah usahanya menglami kegagalan, citata-citanya tidak tecapai, dan sebagainya. Semua itu, akibat hilangnya sikap perilaku tawakal dalam diri mereka. Meraka terlau yakin dengan usaha dan kerja kerasnya, semua harapan akan dapat diraih dan cita-cita akan tercapai. Meraka lupa bahwa ada kekuatan lain diluar kekuatan usaha dan kerja kerasnya, yaitu kekuasaan Allah SWT. oleh sebab itu, bersikap perilaku tawakal menjadi penting sepanjang kehidupan kita.


Kesimpulan : 
Tasawuf ialah suatu cara dalam proses untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Jadi, dapat ditarik benang merahnya yakni pengertian Akhlak Tasawuf ialah salah satu disiplin ilmu yang terdapat dalam ajaran agama Islam yang mempelajari tata cara berprilaku yang baik dan mulia serta tentunya sesuai aturan Islam sehingga kita bisa mendekatkan diri kita kepada Allah dengan sepenuhnya dan memiliki rasa tenang saat berada di dekat-Nya. Akhlak Tasawuf memiliki kaitan yang sangat erat dalam kehidupan sehari-hari yakni untuk mencapai akhlak yang mulia diperlukan proses-proses yang biasanya dilakukan oleh pengamal tasawuf atau seorang sufi. Namun, belum dikatakan bertasawuf dengan benar apabila pencapaian akhlak yang mulia belum terpenuhi.
 









      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar