IDENTITAS
Nama :
Habib Asy Muhyi
NIM :
72154036
Prodi/Sem. : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas : Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu : Dr. Ja’far, MA
Matakuliah : Akhlak Tasawuf
TEMA :Integrasi
dalam ranah ontologi, integrasi dalam
ranah epistemologi, dan integrasi dalam ranah aksiologi
BUKU
Identitas
Buku : Ja’far, Gerbang
Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi(Medan:
Perdana Publishing, 2016)
Sub 1 : Integrasi
dalam ranah ontologi
Sub 2 : Integrasi
dalam ranah epistemologi
Sub
3 : Integrasi dalam ranah aksiologi
Integrasi Dalam Ranah Ontologi
Istilah ontologi berasal dari bahasa
yunani,Ont yang bermakna keberadaan,dan logos yang bermakna teori,sedangkan
dalam bahasa latin di sebut Ontologi ,sehingga Ontologi bermakna
keberadaan,sebagaimana keberadaan tersebut.Ontologi dapat dimaknai sebagai
esensi segala sesuatu,ontologi merupakan
bagian dari meta fisika yang
merupakan bagian dari filsafat dan
membahas teori tentang keberadaan dan
karakteristik esensi keberadaan. Dengan
Demikian, ontologi adalah ilmu tentang teori keberadaan, dan istilah ontologi
ditijukan kepada pembahasan tentang objek kajian ilmu.(Ja’far, gerbang tasawuf 2016:105)
Para
sufi awal memang lebih banyak memfokuskan kepada masalah kedekatan kepada Alloh Swt,tetapi belakangan mereka
meluaskan objek kajian tasauf sampai kepada persoalan wujud,selain
tasauf juga mulai bersinggungan
denngan Filsafat ,sehingga mereka
tidak hanya membahas dan menyibak
hakikat Wujud nya,tetpi juga wujud alam dan manusia. Sains juga hendak mengkaji dan menelaah
fenomena fenomena alam ,teruama persoalan tentang mineral,tumbuhan,hewan dan manusia.
Tentu saja, gagasan kaum sufi dinilai akan memberikan kontribusi dan pengayaan
perspektif dalam upaya memahami dunia fisik tersebut.(Ja’far, gerbang tasawuf 2016:106)
Integrasi Dalam Ranah Epistemologi
Istilah epistemologi
berasal dari bahasa Yunani, espiteme yang bermakna pengetahuan, dan logos yang
bermakna ilmu atau eksplanasi, sehingga epistemologi berarti teori pengetahuan.
Epistemologi dimaknai sebagai cabang filsafat yang membahas pengetahuan dan
pembenaran, dan kajian pokok epistemology adalah makna pengetahuan, kemungkinan
manusia meraih pengetahuan, dan hal – hal yang dapat diketahui. Dengan
demikian, epistemologi adalah ilmu tentang cara mendapatkan ilmu. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016:106107 dan 108)
Kajian – kajian ilmu –
ilmu alam menghandalkan metode observasi dan eksperimen yang disebut dalam
epistemologi islam sebagai metode tajribi, sedangkan kajian tasawuf
mengandalkan metode irfani yang biasa disebut metode tazkiyah al nafs. Meskipun
ada perbedaan metode, tetapi kedua metode bisa melengkapi dan mendukung satu
sama lain. Melalui zikir ibn arabi mampu menembus dunia,mulai dari dunia fisik
sampai dunia gaib.dari aspek ini saintis muslim lebih banyak mengedepankan metode tajribi (obserpasi dan eksprimen)
dalam mengembangkan ilmu ilmu alam,tetap
mengambil metode tasauf dalam menemukan ilmu dan kebenaran ,dimana kaum sufi
mengutamakan metode tazkiah al nafs
(penyucian jiwa) dengan melakukan berbagai ritual ibadah termasuk zikir,serta
melakukan praktik riyadhah dan
mujadah.dari perpektif islam kesucian
jiwa manusia menjadi syarat utama untuk memperoleh ilmu secara langsung dari sumber asalnya,yaitu Alloh swt.yang diketahui
memiliki sifat al Amin. (Ja’far,
gerbang tasawuf 2016:108 dan 109)
Integrasi Dalam Ranah Aksiologi
Istilah aksiologi berasal dari bahasa yunani,axios
yang berarti nilai,dan logos yang
berarti teori,aksiologi bermakna teori nilai ,inpestigasi terhadap,kriteria dan
status meta fisik dari nilai tersebut. Menurut bunnin dan Yu,aksiologi
adalah studi umum tentang nilai dan penilaian,termasuk makna,karakteristik,dan
klasifikasi nilai serta dasar dan karakter
pertimbangan nilai. Sebab itu, aksiologi disebut dengan teori nilai.
Aksiologi juga dimaknai sebagai studi tentang manfaat akhir dari segala
sesuatu.Kajian aksiologi lebih ditujukan kepada pembahasan manfaat dan kegunaan
ilmu, dan akademik ilmuan. (Ja’far,
gerbang tasawuf 2016:110)
Dari
aspek etika akademik,nilai nilai luhur tasauf dapat menjadi landasan etis seorang ilmuan dalam pengembangan sains dan teknologi.
Konsep almaqomat dan al ahwal dapat menjadi semacam etika propesi seorang saintis sebagai ilmuan muslim.sekedar contoh,seorang
saintis muslim sebagaimana ilmuan klasik,harus menampilkan kehidupan sufisme seperti sikap suhud
,warak,sabar,tawakkal,cinta,fakir,dan rida dan menjalankan kegiatan akademik
maupun maupun dalam kehidupan sosialnya. Meskipun memiliki banyak kekayaan
material, seorang saintis Muslim masa depan harus bersikap zuhud dan fakir, dan
menolak harta yang syubhat dan haram. (Ja’far,
gerbang tasawuf 2016:1109)
Kesimpulan
Ontologi
dapat dimaknai sebagai esensi segala sesuatu,ontologi merupakan bagian dari meta fisika yang merupakan bagian dari filsafat dan membahas teori tentang keberadaan dan karakteristik esensi keberadaan.
Epistemologi
dimaknai sebagai cabang filsafat yang membahas pengetahuan dan pembenaran, dan
kajian pokok epistemology adalah makna pengetahuan, kemungkinan manusia meraih
pengetahuan, dan hal – hal yang dapat diketahui. Dengan demikian, epistemologi
adalah ilmu tentang cara mendapatkan ilmu.
aksiologi adalah studi umum
tentang nilai dan penilaian,termasuk
makna,karakteristik,dan klasifikasi nilai serta dasar dan karakter pertimbangan nilai.
Relevansi dengan Bidang
Dalam jurusan
sistem informasi yang sedang saya jalani, saya harus memperbanyak ilmu
pengetahuan dengan cara mencari buku tentang IT yang ada diperpustakaan, serta
mengimplementasikannya dalam kehidupan yang berguna dalam mempertajaam ilmu IT.