Sabtu, 17 Desember 2016

INTEGRASI TASAWUF DAN SAINS



IDENTITAS
            Nama                           : Habib Asy Muhyi
            NIM                            : 72154036
            Prodi/Sem.                   : Sistem Informasi-2 / III
            Fakultas                       : Sains dan Teknologi
            Perguruan Tinggi           : UIN Sumatera Utara
            Dosen Pengampu          : Dr. Ja’far, MA
            Matakuliah                   : Akhlak Tasawuf

TEMA                                    : Integrasi Tasawuf dan Sains
           
BUKU                                                
Identitas Buku                  : Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi(Medan: Perdana Publishing, 2016)
Sub 1 : Integrasi Tasawuf dan Sains



INTEGRASI TASAWUF DAN SAINS

Dalam sejarah islam, ditemukan seorang ahli astronomi, ahli biologi , ahli matematika, dan ahli arsitektur yang mumpuni dalam bidang ilmu-ilmu keislaman seperti tauhid, fikih, tafsir hadis, dan tasawuf. Meskipun berprofesi sebagai saintis dalam bidang ilmu-ilmu kealaman, para pemikir muslim klasik menempuh pola hidup sufistik, dan kajian-kajian ilmiah mereka diarahkan kepada pencapaian tujuan-tujuan religius dan spiritual. Para filsuf dari mazhab Peripatetik merupakan pemikir muslim yang berhasil mengintegrasikan filsafat yunani dengan ajaran islam yang bersumberkan kepada Alquran dan hadis, lantaran tema-tema filsafat yunani dengan di islamisasikam dan disesuaikan dengan paradigma islam. Tidak sebatas integrasi belaka, mereka malah mampu menguasai berbagai disiplin ilmu yang terdiri atas ilmu-ilmu kewahyuan, sehingga integrasi menjadi sangat mudah dilakukan. Al-Jahiz adalah ahli dalam bidang sastra arab, biologi, zoologi,sejarah,filsafat, psikologi, teologi, dan politik. Al-Kindi menguasai seluruh cabang filsafat seperti metafisika, etika, logika, psikologi, kedokteran, farmakologi,matematika,astrologi,optik,zoologi,dan meteorologi. Al-Razi adalah ahli dalam bidang filsafat, kimia,matematika, musik, dan kedokteran. Diantara prestasi besar mereka sebagian ilmuan Muslim adalah kemampuan mereka menguasai dan mengintegrasikan ilmu-ilmu rasional,ilmu-ilmu empirik, dan ilmu-ilmu kewahyuan. Secara keilmuan mereka menguasai banyak disiplin ilmu, dan secara personal mereka berperan sebsgsi saintis Muslim yang berpola hidup religius dan sufistik. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016 :102 dan 103).

Integrasi ilmu dalam islam bukan hal yang baru. Sebab, para ilmuan Muslim Klasik telah mengerjakan proyek keilmuan tersebut sepanjang masa keemasan Islam. Paling tidak, secara akademik mereka menguasai seluruh disiplin ilmu yang berkembang pesat pada masa mereka, baik ilmu-lmu rasional, empirik, dan ilmu kewahyuan. Mereka bahkan mengintegrasikan kedua jenis ilmu tersebut, dan keduanya saling mendukung kegiatan akademi tersebut. Meskipun mereka seorang filsuf dan saintis, perilaku hidup mereka merupakan realisasi terhadap teori mereka mengenai filsafat dan sufisme. Dapat disimpulkan bahwa mereka sukses mengintegrasikan antara dua jenis ilmu tersebut,dan mengintegrasikan keduanya dengan keyakinan dan perilaku hidup mereka sehari-hari. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016 :105).


KESIMPULAN

Dalam megintegrasikan tasawuf dengan sains, haruslah mengaitkan dengan ajaran islam yang bersumberkan kepada Alquran dan hadis. Sebab, dalam Al-quran terdapat sumber pengetahuan tentang sains yang harus di kaji secara keseluruhan. Seperti para ilmuan, mereka mendapatkan pengetahuannya bersumber pada Al-quran dan hadis, seperti ibn sina penemu ilmu kedokteran dan masih banyak lagi ilmuan lainnya yang beragama islam tentunya.

RELEVANSI DENGAN BIDANG

Dalam jurusan sistem informasi yang sedang saya jalani , itu berkaitan erat dengan sains dan teknologi. Berhubung saya di UIN Sumatera Utara, Maka dari itu manfaatkan ilmu keislaman dan ilmu komputernya. Dengan cara mengkaji ilmu al-quran yang berhubungan dengan sains ataupun teknologi, lalu kita harus bisa mengimplementasikannya, dengan begitu bukan tidak mungkin kita akan menjadi ilmuan sains.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar