IDENTITAS
Nama :
Habib Asy Muhyi
NIM :
72154036
Prodi/Sem. : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas : Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu : Dr. Ja’far, MA
Matakuliah : Akhlak Tasawuf
TEMA : Integrasi Tasawuf dan
Sains
BUKU
Identitas
Buku : Ja’far, Gerbang
Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi(Medan:
Perdana Publishing, 2016)
Sub 1 : Integrasi Tasawuf dan Sains
INTEGRASI TASAWUF DAN
SAINS
Dalam
sejarah islam, ditemukan seorang ahli astronomi, ahli biologi , ahli
matematika, dan ahli arsitektur yang mumpuni dalam bidang ilmu-ilmu keislaman
seperti tauhid, fikih, tafsir hadis, dan tasawuf. Meskipun berprofesi sebagai
saintis dalam bidang ilmu-ilmu kealaman, para pemikir muslim klasik menempuh
pola hidup sufistik, dan kajian-kajian ilmiah mereka diarahkan kepada
pencapaian tujuan-tujuan religius dan spiritual. Para filsuf dari mazhab
Peripatetik merupakan pemikir muslim yang berhasil mengintegrasikan filsafat
yunani dengan ajaran islam yang bersumberkan kepada Alquran dan hadis, lantaran
tema-tema filsafat yunani dengan di islamisasikam dan disesuaikan dengan
paradigma islam. Tidak sebatas integrasi belaka, mereka malah mampu menguasai
berbagai disiplin ilmu yang terdiri atas ilmu-ilmu kewahyuan, sehingga
integrasi menjadi sangat mudah dilakukan. Al-Jahiz adalah ahli dalam bidang
sastra arab, biologi, zoologi,sejarah,filsafat, psikologi, teologi, dan
politik. Al-Kindi menguasai seluruh cabang filsafat seperti metafisika, etika,
logika, psikologi, kedokteran,
farmakologi,matematika,astrologi,optik,zoologi,dan meteorologi. Al-Razi adalah
ahli dalam bidang filsafat, kimia,matematika, musik, dan kedokteran. Diantara
prestasi besar mereka sebagian ilmuan Muslim adalah kemampuan mereka menguasai
dan mengintegrasikan ilmu-ilmu rasional,ilmu-ilmu empirik, dan ilmu-ilmu
kewahyuan. Secara keilmuan mereka menguasai banyak disiplin ilmu, dan secara
personal mereka berperan sebsgsi saintis Muslim yang berpola hidup religius dan
sufistik. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016
:102 dan 103).
Integrasi
ilmu dalam islam bukan hal yang baru. Sebab, para ilmuan Muslim Klasik telah
mengerjakan proyek keilmuan tersebut sepanjang masa keemasan Islam. Paling
tidak, secara akademik mereka menguasai seluruh disiplin ilmu yang berkembang
pesat pada masa mereka, baik ilmu-lmu rasional, empirik, dan ilmu kewahyuan.
Mereka bahkan mengintegrasikan kedua jenis ilmu tersebut, dan keduanya saling
mendukung kegiatan akademi tersebut. Meskipun mereka seorang filsuf dan
saintis, perilaku hidup mereka merupakan realisasi terhadap teori mereka
mengenai filsafat dan sufisme. Dapat disimpulkan bahwa mereka sukses
mengintegrasikan antara dua jenis ilmu tersebut,dan mengintegrasikan keduanya
dengan keyakinan dan perilaku hidup mereka sehari-hari. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016 :105).
KESIMPULAN
Dalam megintegrasikan tasawuf dengan sains, haruslah mengaitkan dengan
ajaran islam yang bersumberkan kepada Alquran dan hadis. Sebab, dalam Al-quran
terdapat sumber pengetahuan tentang sains yang harus di kaji secara keseluruhan.
Seperti para ilmuan, mereka mendapatkan pengetahuannya bersumber pada Al-quran
dan hadis, seperti ibn sina penemu ilmu kedokteran dan masih banyak lagi ilmuan
lainnya yang beragama islam tentunya.
RELEVANSI DENGAN BIDANG
Dalam jurusan sistem
informasi yang sedang saya jalani , itu berkaitan erat dengan sains dan
teknologi. Berhubung saya di UIN Sumatera Utara, Maka dari itu manfaatkan ilmu
keislaman dan ilmu komputernya. Dengan cara mengkaji ilmu al-quran yang berhubungan
dengan sains ataupun teknologi, lalu kita harus bisa mengimplementasikannya,
dengan begitu bukan tidak mungkin kita akan menjadi ilmuan sains.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar