IDENTITAS
Nama :
Habib Asy Muhyi
NIM :
72154036
Prodi/Sem. : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas : Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu : Dr. Ja’far, MA
Matakuliah : Akhlak Tasawuf
BUKU
Identitas
Buku : Ja’far, Gerbang
Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi(Medan:
Perdana Publishing, 2016)
Sub 1 : Mengenal
al-ahwal
Sub 2 : Al-muraqabah
Sub 3 : Takut(al-khauf)
A. MENGENAL AL-AHWAL
Al-Ahwal yaitu tidak
diraih secara mandiri, melainkan anugerah dari Allah Swt. dan keadaannya tidak
kekal dalam diri seorang salik.
1. Al-Muraqabah
Muraqabah yaitu berkaitan dengan al-iman, al-islam dan al-ihsan,
dimana makna al-ihsan merupakan isyarat dari muraqabah yang merupakan ilmu
hamba untuk melihat Allah Swt., dan hati meyakini bahwa Allah Swt. Maha pengawas,
mengetahui keadaannya, melihat perbuatannya, dan mendengar ucapannya. Keadaan ini
dirasakan ketika salik mengawasi diri sendiri terhadap segala perbuatannya di
masa lalu, memperbaiki diri sendiri di masa kini, selalu berada di jalan
kebenaran, mengadakan hubungan baik dengan Allah Swt. sambil menjaga hati,
menjaga jiwa agar selalu berhubungan dengannya, dan memeliharanya dari segala
hal. Dengan demikian, seorang hamba memiliki keadaan al-muraqabah, yakni
keyakinan seorang salik bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah Swt. dalam
berbagai aktivitasnya., sehingga ia hanya akan melakukan amal kebaikan dalam
hidupnya, dan membenci dan tidak akan ingin melakukan perbuatan maksiat dan
dosa. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016 :85
dann 86)
2. Takut
(al-khauf)
Maksudnya adalah takut kepada Allah Swt. Dalam Q.S Ali Imran/3:175 Allah
Swt. berfirman : “Sesungguhnya mereka itu
tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawanannya (orang-orang
musyrik quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi
takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang beriman”. Menurut al-qusyairi,
yang merupakan seorang sufi, mengatakan : “ makna takut kepada Allah Swt.
adalah takut kepada siksaannya, baik di dunia maupun akhirat”. Abu al-Qasim
al-Hakim mengatakan, “khauf memiliki dua bentuk: rahbah, yakni orang yang
berlindung kepada Allah Swt; dan khasyyah yakni orang yang ditarik kendali ilmu
dan melaksanakan kebenara”. Berdasarkan pendapat mereka , al-khauf berarti
seorang hamba hanya takut kepada Allah Swt., dan tidak takut kepada selainnya.
Takut kepada Allah Swt. adalah takut atas siksaannya, sehingga seorang hamba
akan melaksanakan semua perintah dna menjauhi segala larangannya. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016 :87
dann 88)
KESIMPULAN
AL-Muraqabah, meyakini
bahwa Allah Swt. Maha pengawas, mengetahui keadaannya, melihat perbuatannya,
dan mendengar ucapannya. Maka dari itu seorang sufi hanya berbuat amal kebaikan
dalam hidupnya dan tidak berbuat maksiat.
Takut (al-khauf) berarti seorang hamba hanya
takut kepada Allah Swt., dan tidak takut kepada selainnya. Takut kepada Allah
Swt. adalah takut atas siksaannya, sehingga menjalankan perintahnya dan
menjauhi larangannya karena takut akan siksa Allah yang sangat pedih.
RELEVANSI DENGAN BIDANG
Sebagai anak sistem informasi jalankanlah perinsif al-muraqabah, kerena
kita selalu di awasi oleh Allah Swt, maka dari itu niatkanlah dalam belajar jangan
malas. Apabila niat kita kuliah bukan untuk belajar hanya main-main saja, maka
Allah mengetahui itu dan ilmu yang kita dapat tidak berkah dalam kehidupan
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar