Senin, 12 Desember 2016

Mengenal Al-Ahwal; Al-Muraqabah dan Al-Khauf



IDENTITAS
            Nama                           : Habib Asy Muhyi
            NIM                            : 72154036
            Prodi/Sem.                   : Sistem Informasi-2 / III
            Fakultas                       : Sains dan Teknologi
            Perguruan Tinggi           : UIN Sumatera Utara
            Dosen Pengampu          : Dr. Ja’far, MA
            Matakuliah                   : Akhlak Tasawuf

TEMA                                    : Mengenal Al-Ahwal

           
BUKU                                                
Identitas Buku                  : Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi(Medan: Perdana Publishing, 2016)
Sub 1 : Mengenal al-ahwal
Sub 2 : Al-muraqabah
Sub 3 : Takut(al-khauf)




A. MENGENAL AL-AHWAL

                Al-Ahwal yaitu tidak diraih secara mandiri, melainkan anugerah dari Allah Swt. dan keadaannya tidak kekal dalam diri seorang salik.
1. Al-Muraqabah

            Muraqabah yaitu berkaitan dengan al-iman, al-islam dan al-ihsan, dimana makna al-ihsan merupakan isyarat dari muraqabah yang merupakan ilmu hamba untuk melihat Allah Swt., dan hati meyakini bahwa Allah Swt. Maha pengawas, mengetahui keadaannya, melihat perbuatannya, dan mendengar ucapannya. Keadaan ini dirasakan ketika salik mengawasi diri sendiri terhadap segala perbuatannya di masa lalu, memperbaiki diri sendiri di masa kini, selalu berada di jalan kebenaran, mengadakan hubungan baik dengan Allah Swt. sambil menjaga hati, menjaga jiwa agar selalu berhubungan dengannya, dan memeliharanya dari segala hal. Dengan demikian, seorang hamba memiliki keadaan al-muraqabah, yakni keyakinan seorang salik bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah Swt. dalam berbagai aktivitasnya., sehingga ia hanya akan melakukan amal kebaikan dalam hidupnya, dan membenci dan tidak akan ingin melakukan perbuatan maksiat dan dosa. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016 :85 dann 86)   

2. Takut (al-khauf)

            Maksudnya adalah takut kepada Allah Swt. Dalam Q.S Ali Imran/3:175 Allah Swt. berfirman : “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawanannya (orang-orang musyrik quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang beriman”. Menurut al-qusyairi, yang merupakan seorang sufi, mengatakan : “ makna takut kepada Allah Swt. adalah takut kepada siksaannya, baik di dunia maupun akhirat”. Abu al-Qasim al-Hakim mengatakan, “khauf memiliki dua bentuk: rahbah, yakni orang yang berlindung kepada Allah Swt; dan khasyyah yakni orang yang ditarik kendali ilmu dan melaksanakan kebenara”. Berdasarkan pendapat mereka , al-khauf berarti seorang hamba hanya takut kepada Allah Swt., dan tidak takut kepada selainnya. Takut kepada Allah Swt. adalah takut atas siksaannya, sehingga seorang hamba akan melaksanakan semua perintah dna menjauhi segala larangannya. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016 :87 dann 88)   

KESIMPULAN

AL-Muraqabah, meyakini bahwa Allah Swt. Maha pengawas, mengetahui keadaannya, melihat perbuatannya, dan mendengar ucapannya. Maka dari itu seorang sufi hanya berbuat amal kebaikan dalam hidupnya dan tidak berbuat maksiat. 

Takut (al-khauf) berarti seorang hamba hanya takut kepada Allah Swt., dan tidak takut kepada selainnya. Takut kepada Allah Swt. adalah takut atas siksaannya, sehingga menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya karena takut akan siksa Allah yang sangat pedih.

RELEVANSI DENGAN BIDANG

Sebagai anak sistem informasi jalankanlah perinsif al-muraqabah, kerena kita selalu di awasi oleh Allah Swt, maka dari itu niatkanlah dalam belajar jangan malas. Apabila niat kita kuliah bukan untuk belajar hanya main-main saja, maka Allah mengetahui itu dan ilmu yang kita dapat tidak berkah dalam kehidupan kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar